A New Normal, They Said

  Wow, ternyata sudah setahun berlalu semenjak postingan terakhir saya tentang hari jadi pernikahan Saya & Adit. Nggak kerasa.

  Padahal, draft di dashboard saya sudah banyak banget; tentang liburan keluarga besar kami, tentang liburan bertiga Mas Adit & Ammar yang sekaligus dalam rangka merayakan ulang tahun Ammar, tentang saya & ibu - ibu decembirth babies yang bikin hajatan untuk anak - anak kami, milestone Ammar hingga satu tahun ini, sampai akhirnya saya yang pengen (sok) kasih surprise dengan berubahnya status dari ibu bekerja menjadi stay - at - home Mom. Sayangnya niat hanya tinggal niat.
  
  Oke, yang penting kita lanjut aja.

Our First Anniversary






















  Kayaknya baru kemarin jam 3 pagi dibangunin papa saya lalu kami sekeluarga berangkat menuju Balai Sudirman, tempat dilangsungkannya akad dan resepsi pernikahan saya dan Mas Adit. Sepanjang jalan saya ngantuk banget tapi nggak bisa tidur karena deg - degan. Nggak nyangka, kejadian itu sudah berlangsung setahun yang lalu.

  Bersyukur sekali di anniversary kami yang pertama ini Allah mempercayakan kami untuk dititipkan seorang Ammar. Alhamdulillah juga keluarga kami diberikan kesehatan dan rezeki yang cukup. Doa saya, semoga tahun - tahun berikutnya masih bisa kami lewati bersama dalam keadaaan sehat, selalu diberikan rezeki oleh Allah, dan bisa menyaksikan Ammar tumbuh besar menjadi anak yang soleh dan sehat. Amin.

Amaury's Birth Story


 
  

  Ternyata benar kata orang, kalau sudah punya anak memang harus pintar - pintar untuk mencuri waktu melakukan suatu hal supaya jadi quality time. Sama seperti menulis blog, kadang rasanya malas sekali untuk sekedar buka laptop kalau ada waktu senggang, eh giliran anaknya lagi rewel malah kepengen banget nulis. Dasar manusia hahaha.

Trimester 3 & Detik - Detik Sebelum Melahirkan

  Untuk kali ini, saya menuliskan cerita kehamilan di trimester ketiga beserta dengan cerita kelahiran anak saya.

  Saya sangat takut setiap kali membayangkan persalinan, apalagi persalinan normal. Bayangan perineum saya akan digunting dan dijahit membuat saya bergidik ngeri. Tapi, bukan berarti saya ingin melahirkan lewat cara operasi, karena jujur saya belum pernah dioperasi dan itu bikin saya lebih takut lagi. 
  Selengkapnya saya akan cerita detailnya dibawah ini :)

Cerita Kehamilan Part 2 - Trimester 1 & 2

  Tiap ibu hamil punya cerita tersendiri pada setiap kehamilannya. Ada yang ngidam mangga muda, ada yang malah nggak ngidam sama sekali tapi malah suaminya yang ngidam. Ada yang nggak merasakan apa - apa, ada juga yang mual dan muntah.

  Setelah saya menuliskan cerita kehamilan yang pertama, kali ini saya akan bercerita tentang kehamilan selama trimester pertama dan trimester kedua seputar perasaan, pengalaman, dan perubahan apa saja yang saya alami.

Cerita Kehamilan Part 1 - The Testpack





  Mei 2018, hari kedua di bulan Ramadhan.

  Biasanya saya santai saja menunggu datangnya bedug maghrib tanpa harus mengeluh atau terbayang segarnya es teh manis di tenggorokan, tapi entah kenapa sudah dua hari ini saya merasa lapar disertai mual yang teramat sangat sampai seperti heartburn. Oke, saya pikir 'oh, mungkin tadi sahurnya kurang' karena saya memang sedang mengurangi makan nasi.

  Keanehan lainnya yang terjadi adalah saya yang biasanya nggak suka sama bau minyak kayu putih tiba - tiba jadi suka banget dan malah mencari - cari si minyak tersebut. Awalnya sih saya nggak sadar sampai teman sekantor saya nyeletuk bilang "lho, kamu kan nggak suka bau minyak kayu putih". Saya langsung terdiam dan jadi berpikir apa jangan - jangan saya hamil?

  Well, sejujurnya saya pergi ke dokter kandungan 4 hari sebelumnya dengan tujuan awal untuk melakukan papsmear, tapi ternyata saat di cek dengan alat USG dokter bilang rahim saya sedang membesar dan ada kemungkinan sedang mempersiapkan terjadinya pembentukan kantung janin. Sehingga, hari itu saya tidak jadi melakukan papsmear dan diminta untuk ambil darah di lab kalau sampai 2 minggu ke depan saya belum menstruasi.

It's Been a While

  As the title, it is been a while. Bosen ya, tiap kali saya posting tuh selalu dengan jarak waktu yang sangat lama dan dengan cerita yang berbeda. Kali ini, dengan status yang juga berbeda. Kalau tahun lalu status saya berubah menjadi seorang istri, tahun ini status saya berubah menjadi seorang ibu. Ya, saya sekarang seorang ibu dari bayi laki - laki.

  Gimana? Menakjubkan. Menyenangkan.
  Tiap kali bangun pagi sekarang ada wajah kecil yang tertidur di sebelah saya, kadang merengek minta susu. Dia tertawa ketika saya ajak ngobrol dan terlelap ketika saya gendong. Sekarang saya juga punya bahan bacaan dengan tema baru seperti parenting, cara membesarkan seorang anak, atau nutrisi untuk bayi.

  Well, ngga afdol kayaknya kalau diceritakan dalam satu post. Saya akan tulis dalam beberapa post, bercerita mulai dari saat saya hamil hingga pengalaman saya. Doakan ya supaya nggak omdo alias omong doang hehe :)

So This is The Day



  "The mystery of life isn't a problem to solve, but a reality to experience"

  Saya masih ingat kala itu awal September 2017. Semua media, baik media sosial, cetak, maupun layar kaca sedang membicarakan sebuah momen yang disebut pernikahan abad ini. Sebuah momen yang dicanangkan sebagai 'Hari Patah Hati Nasional'; Pernikahan Raisa dan Hamish. Kala itu semua perempuan - termasuk saya - tidak mau ketinggalan berita terkini tentang pernikahan tersebut. Acara tersebut membuat kaget banyak fans dan masyarakat awam karena seperti yang kita tahu, hubungan mereka tergolong baru dan berjalan sangat singkat sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk menikah. Si perempuan baru saja putus dengan pacarnya setelah bertahun - tahun dan yang laki - laki selama ini dikenal playboy.

  Buat saya, pernikahan mereka memang sangat bagus dan mewah. Tidak bisa dipungkiri mereka berdua membuat masyarakat susah lupa dengan keunikan pernikahan tersebut. Namun, hal lain yang saya perhatikan dari pernikahan mereka adalah cara mereka menatap satu sama lain mulai dari awal hingga akhir acara. Di tiap senyuman dan tatapan seperti menyiratkan betapa bahagianya mereka karena saling menemukan. Tiap kali saya melihat itu, dalam hati saya berkata saya juga mau seperti mereka, menikah dengan seseorang yang benar - benar jatuh hati dengan saya, mencintai kelebihan dan kekurangan saya, dan menatap saya seolah matanya berkata 'i have found you'.
  Saya tahu cerita seperti Raisa dan Hamish hanya satu diantara jutaan kisah cinta manusia. Yang saya tidak tahu, cerita tersebut ternyata menghampiri saya, seseorang yang ada di dalam jutaan kisah cinta tersebut.

Things Have Changed




  Been two years disappear from blogging activity, conquered by laziness and oh - so - busy - but - literally - just - have - no - guts - to write days.
  Dua tahun bukan waktu yang sebentar ternyata. Di tengah rasa malas itu banyak kejadian dan emosi, yang sudah direncanakan dan tidak pernah terduga terjadi dalam hidup saya.

  1). Pekerjaan yang Selalu Saya Impikan
  Sepulangnya saya semenjak setahun yang lalu, status saya tidak lagi seorang mahasiswa melainkan seorang karyawan. Sekarang saya adalah buruh pada umumnya, yang sepulang dari merantau dan mencari ilmu diharuskan untuk bekerja untuk bertahan hidup demi sesuap nasi (dan lipstik baru.. juga baju baru di tiap bulannya).
  Bekerja di tempat yang mengharuskan saya datang pukul 9 pagi dan pulang pada pukul 6 malam kali ini sangat menyenangkan buat saya. Ada ilmu baru yang saya pelajari, ada kemampuan yang menjadi kekurangan saya yang perlahan bisa menjadi kekuatan saya.

  2). Say Bye to 'Me'
  Tahun ini, perubahan lain yang terjadi pada saya adalah saya menyandang status baru; seorang istri. Tidak ada lagi ego yang semuanya harus serba mendahulukan kepentingan saya, tapi sekarang semuanya berubah menjadi 'Kita / Kami'. Tanggung jawab saya sekarang bukan hanya menjaga diri saya, tapi juga memikirkan sesorang yang saya sebut dengan suami.
  Tidak banyak yang bisa saya ceritakan di postingan kali ini. Mungkin nanti akan saya tulis di tulisan yang terpisah.

  3) Ayuditari
  Pada akhirnya, saya memutuskan untuk merubah nama blog saya menjadi nama yang selalu saya pakai di semua sosial media; Ayuditari. I always feel this name made for me, it represents me a lot.
  Kali ini pun i couldn't promise to make this blog lasts long but i will try to spend my time to write and tell my story, about anything not only beauty stuff.



Bisous,

A

Barbecue Night and (unexpected) Birthday

Ceritanya, salah satu teman saya, Fenni lagi pengen banget liburan dengan alasan kita (saya dan teman - teman yang lain) jarang dan bahkan hampir nggak pernah ngumpul full team. Awalnya sih Fenni mengajukan ide untuk pergi ke KL, tapi ternyata disambut dengan banyak ketidaksetujuan dari teman - teman yang lain. Di samping jadwal kita yang bentrok semua (fyi, kita semua kuliah di beda - beda jurusan), ongkosnya pun lumayan menguras kantong. Akhirnya, diskusi demi diskusi, kita semua setuju untuk liburan di sekitar Singapur saja. Kegiatannya juga barbeque sampai malam sekalian buka puasa.

Eits, jangan dikira setelah keputusan libur di Singapur kita udah nggak pusing lagi. Kita semua kepengen nginep, tapi bingung dimana karena penginapan di Singapur rata - rata mahal. Browsing sana browsing sini, tanya anu - tanya itu, tercetuslah nama Costa Sands Resort sebagai tempat kita liburan. Selain harganya masuk akal untuk patungan, satu kamar pun ada 4 kasur. Lumayan, nggak sempit - sempit amat meski harus untel - untelan kayak sarden hahaha.


Awalnya, kita buta banget soal penginapan ini karena kita semua nggak ada yang tau gimana bentuknya tempat ini. Yang kita tahu lokasinya ada di Sentosa, tapi yahh sentosa itu kan lumayan gede, lalu berangkatlah beberapa teman untuk survey tempat ini. Setelah survey, komentarnya beragam. Ada yang bilang jelek, ada yang bilang jorok, ada yang bilang lumayan daripada lumanyun, tap pada dasarnya, dasar orang Indonesia, semuanya berprinsip sama; mangan ora mangan sing penting kumpul.

Mineral Botanica

 photo MINERAL BOTANICA_zpso0ubfwhc.jpg

Semenjak mencoba lipstik matte dari Purbasari dan lipbalm dari Jar of Beauty, saya pun jadi ketagihan untuk mencari - cari tau produk lokal lain yang mana yang menarik dan bisa saya coba. Bener - bener kali ini aku ngejilat ludah sendiri karena jadi cinta banget sama produk lokal hahaha. Kebetulan, pas lagi liat - liat Toko Kosmetik Jopankar beberapa waktu yang lalu, aku ditawarin sama sales assistant-nya lipstik ini. Karena harganya yang murah dan  pas banget saat itu mbak-nya lagi pake salah satu warna dari Mineral Botanica, aku pun jadi penasaran dan memutuskan untuk mencoba, sayangnya saking lakunya lipstik ini jadi hanya tersisa dua varian warna; Orchid Pink dan Merlot.

My Skincare Routine : PM

 photo PM ROUTINE_zpsalxnvowu.jpg


  Secapek apapun, saya berusaha untuk nggak absen dengan rutinitas memakai skincare. Terbukti selama 6 bulan saya sangat 'religius' dalam menjalankan kebiasaan ini tidak sia - sia. Saya jadi merasa kulit saya lebih moist dan lebih bersih.
   Sebelumnya saya sudah pernah menulis tentang skincare routine saya di pagi hari. Nah, kali ini saya akan menulis tentang 'alat perang' apa saja yang saya pakai sebelum tidur.

News Update : I'm Moving!



  Hi, guys! Haven't been blogging in this blog for such a long long time! Kemarin sempet pindah blog ke wordpress dengan alasan lebih mudah kalau mau beli domain, tapi ternyata setelah beli domain ribet banget kalau kepengen ganti themes, pun kalau mau ganti mesti bawaan dari wordpress dan berbayar which it costs my anus!
  I know, i know it makes you confused and terkesan saya orangnya labil, so sorry.


 photo hermesboxesorange_zps2vj16rcp.jpg


  For the update, i'm moving since last week. Where? To Singapore. I currently reside in Singapore and become a student. Pretty exciting yet scary. Ini pertama kalinya saya jauh dari orang - orang yang saya cintai dan saya nggak punya kenalan atau saudara satu pun disini. Semoga aja, sih saya bisa berbaur dengan baik sama pelajar - pelajar disini.

 photo AsiaMerlionSingapore Cropped_zpslgxajcfs.jpg

  Kalau kalian tanya kenapa, sih saya memilih Singapur?

  1. Dekat dari Indonesia
  2. Karena dekat dari Indonesia, kalau saya homesick bisa langsung pulang karena tiketnya sering promo.

  Udah itu aja, hehehe.

  Setelah ini update-an saya mungkin nggak cuma tentang beauty, tapi akan banyak curhatan saya selama jadi warga sementara disini. Please, jangan bosen, yaa hehe.

  By the way, karena saya nyerah sama wordpress, saya akan mindahin semua content di wordpress kesini dengan cara manual. Kenapa? Saya gaptek. Udah seminggu saya nungguin content blognya dipindahin secara otomatis tapi nggak selesai - selesai, yang ada laptop saya malah lemot.

  I'll see you later, guys!

Beauty Hunter: Jopankar Kosmetik, Bandung

  Hayo ngaku, kapan terakhir kali kamu belanja makeup tidak lewat online shop? Kebanyakan dari kita sekarang lebih suka belanja lewat online shop daripada pergi langsung ke counter apalagi toko makeup tradisional, termasuk saya. Alasannya pasti karena lebih hemat. Hemat waktu, tenaga, dan juga ongkos.

  Berbelanja online pun dapat kita lakukan kapanpun dan dimanapun. Sebulan yang lalu, waktu aku lagi blogwalking di blog-nya Vani Sagita dan baca postingannya tentang lipstik Purbasari, Vani mention dia beli lipstik Purbasari di Jopankar Kosmetik dengan harga yang lebih murah daripada di pasaran.

  Pas aku klik hyperlink-nya langsung menuju Facebook Jopankar Kosmetik dan kagetnya, aku ngga bisa add friend lagi karena request friend nya udah terlalu banyak hahaha.Untungnya aku masih bisa lihat - lihat fotonya dan amazed banget, banyak produk kosmetik lokal yang dijual harganya lebih miring.

 photo AA0B8978-5D8B-41CE-846F-9F5FF678E8B1_zps5fiiergh.jpg

  Nah, minggu lalu kebetulan aku ke Bandung dan aku udah niat bakal menyempatkan diri untuk mengunjungi tokonya. Tokonya terletak di Jl. Ciguriang, persis di sebelah Kings, toserba yang pernah terbakar dulu.

L.A. Girl Matte Pigment Gloss Finish Review

 photo LA GIRL_zpsgttd2f29.jpg

  Tiga hal yang nggak akan pernah cukup untuk dibeli; pakaian, sepatu, dan lipstik. Selalu berputar di tiga hal itu. Apalagi sekarang banyak banget lipstik yang beredar di dunia kecantikan dari yang packagingnya klasik sampai yang super imut.

  Harganya pun bermacam - macam dari yang murah sampai yang mahal. Kalau mengikuti nafsu mah nggak bakal cukup gaji sebulan hahaha. Kali ini, aku mau review salah satu lipstik yang harganya terjangkau dan warnanya ngegemesin, yaitu LA Girl.

My Skincare Routine : AM

 photo Skincare routine AM_zpsrmuhb9nk.jpg

  Setahun yang lalu, aku masih belum sadar betapa pentingnya rutinitas perawatan wajah. Aku sempet trauma juga untuk merawat kulit karena sempet rutin sebulan sekali perawatan kulit di klinik kecantikan dan hasilnya malah wajahku ketergantungan sama obatnya dan gampang banget jerawatan padahal jenis kulitku cenderung kering. Setelah keadaan wajahku membaik, akhirnya asal udah cuci muka, sih pokoknya yaudah, beres.

   Sampai akhirnya aku ngobrol - ngobrol sama salah seorang temen kantorku, Acil yang religius sekali dalam merawat wajah. Acil ngasitau aku kalau merawat wajah itu nggak perlu ke klinik kecantikan. Prinsipnya, perawatan wajah atau skincare itu adalah investment untuk hari tua hahaha.

Burberry Lip Velvet Review & Swatches

 photo BURBERRY LIP VELVET_zpszgyv5uvs.jpg 

  I rarely buy expensive lipstick, but when i do, i choose the one that makes me feel luxurious. Sama hal nya seperti lipstik Burberry ini. Sebetulnya saya sudah lama mengidam - idamkan lipstik tersebut, tapi saya lebih memilih membeli langsung di counter nya daripada ikut pre - order. Kenapa? Karena saya pengen mencoba langsung dan ngedapetin'feel'-nya.

  Di Indonesia belum ada counter Burberry, itu kenapa tempat terdekat untuk mendapatkan lipstik ini di KL atau Singapur. Ada beberapa jenis dari lipstik ini, salah satunya adalah lip velvet. Lip velvet memiliki finish creamy to matte.

   photo BURBERRY VELVET SWATCH_zpsjab6rmko.jpg

    Awalnya aku mencari shade Oxblood, sayangnya warna ini sedang sold out ;( Setelah lama memilah - milih, akhirnya pilihanku jatuh kepada Bright Pink dan Military Red.

   photo BURBERRY BRIGHT PINK_zps8syzgscg.jpg   
  Bright Pink Karena kulitku lagi menggelap akibat sisa liburan, jadi warna ini terlalu bright untuk kulitku. Warna nya cenderung ke cool fuchsia yang lebih cocok digunakan untuk party.

   photo BURBERRY MILITARY RED_zpstricxedr.jpg 

   Military Red You can go wrong with red! Warna cool toned red-nya cocok banget dipake sama little black dress dan di siang hari pun ngga terlihat menor.

   Untuk aku, this lipsticks are everything! Finishnya emang nggak dead matte dan setelah makan warnanya hanya nge-stain tapi lipstik ini nggak bikin bibir kering. 

  Warnanya pun cantik - cantik banget bikin pusing milihnya hahaha. Bad side nya adalah susah sekali mendapatkan lipstik ini dan harganya tidak murah. Aku beli di Changi Airport sebesar SGD 39. 

   Are you interested with this lipstick?

Maybelline Creamy Matte Lipstick


  Di tengah kehebohan lipstik matte berbentuk cair atau liquid, kadang ada masa nya saya merasa bosan. Permasalahannya, saya kurang suka lipstik dengan finish glossy atau sheer (anaknya banyak mau hahaha). Untungnya, ada beberapa brand make up yang mengeluarkan lipstik dengan finish matte tapi dengan bentuk klasik, dan salah satu pilihan saya adalah Maybelline Creamy Matte Lipstick.


  Maybelline Creamy Matte Lipstick ini sebetulnya sudah lama sekali release di US namun sayangnya belum masuk ke Indonesia. Tapi tenang, kamu bisa mendapatkan lipstik ini di online shop - online shop yang ada.

 

  Walaupun finishnya matte, tapi lipstik ini tidak mengeringkan bibir atau malah bikin pecah - pecah, malahan testurnya sangat lembab dan sangat lightweight di bibir, seperti tidak memakai apapun rasanya. Lipstiknya pun tidak terasa seret saat diaplikasikan ke bibir. Packagingnya simple dengan tutup berwarna marsala dan matte.

  Untuk urusan warna, ada total 20 warna yang bisa dipilih jadi selamat berpusing - pusing ria, ya memilih warnanya yang cantik - cantik hahaha. Aku sendiri memilih 2 warna, yaitu Touch of Spice dan Divine Wine.

 

  Touch of Spice Ini warna tahun 2015; marsala. Sayangnya di bibir aku yang pigmented warna marsala dari lipstik ini tidak terlihat, malah terlihat seperti warna dirty brown rose. Meski begitu aku suka banget! Warna ini cocok untuk everyday makeup.
 


  Divine Wine Warna favoritku; vampy! Aku lemah banget kalau udah dikasih pilihan warna ini hahaha.

   Pigmentasi dari lipstik ini oke banget, sekali swipe warnanya langsung keluar dan terlihan menyatu di bibir, namun untuk ketahanan warna bergantung pada warna, untuk warna nude atau terang akan bubar jalan setelah makan berat tapi untuk warna gelap akan bersisa atau stain.

  Buat yang bosen sama liquid lipstick, boleh banget nyobain lipstik ini hehehe.

Local Hidden Gems : Jar Of Beauty

 photo JOB_zpsd0fx19hn.jpg

  Semenjak nyoba lipstik keluaran Purbasari, aku jadi excited buat nyobain produk lokal lainnya dan kali ini giliran brand bernama Jar of Beauty! Pertama kali aku tahu brand ini waktu aku iseng - iseng lagi buka Instagram dan lihat postingan temenku yang kelihatan cantik banget dengan makeup yang minimalis. Disitu dia nge-tag akun instagram yang ternyata adalah instagram milik Jar of Beauty.

   Jar Of Beauty sendiri adalah brand indie yang cheerful yet delight, dan semua itu langsung terlihat dari packagingnya yang super fun. Since i am a sucker for cute packaging, aku langsung order their tinted lip balm and cream blush - on. Menurut website mereka, produk - produknya homemade dan mereka menggunakan pasta makanan agar aroma produknya menyerupai makanan, no wonder pas aku pakai tinted lip balm nya jadi pengen dimakan beneran hihihi.

   photo job blush_zpsfvebsyas.jpg

Cosmopolitan Cream Blush 
   Aku suka banget pakai cream blush untuk sehari - hari karena bikin wajahku lebih lembab dan kulit kelihatan bersemu - semu natural, lebih glowing.Selain itu packaging nya kecil, jadi nggak bulky di pouch aku. Untuk warna cosmopolitan ini, kelihatannya seram di pan, warna neon fuchsia. Tapi, waktu di swatch di wajah, warnanya jadi blushing pink dan hasilnya sheer sekali.

   photo job balm_zpss9fdmbdr.jpg

  Cotton Candy Tinted Lip Balm 
   Super in love with this one! Kalau pergi ke kantor, tuh males banget untuk dandan full karena pasti di kantor bakal sarapan dan harus apply lipstik lagi setelahnya, tapi dengan pakai ini aku jadi nggak perlu re-apply lipstik, jadi aku tetap ke kantor dengan bibir yang kelihatan segar. Asiknya lagi, lip balm ini moist banget dan packagingnya higienis 

   Overall, aku amaze banget sama produk lokal yang satu ini. Oh ya, untuk harga tinted lip balm nya adalah 70 ribu rupiah dan cream blush nya sebesar 60 ribu rupiah. Cukup terjangkau, kan? 

   Kalau kamu tertarik, silahkan cek instagram mereka, ya di @jarofbeauty, ada banyak pilihan rasa lho untuk dua produk yang sudah aku review :)

200K Makeup Challenge : Makeup For Interview

  Ketika kita di telepon atau di-email untuk menghadiri interview kerja, pasti habis itu kita sibuk, dong untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin. Mulai mikir mau pakai baju apa, sepatu apa, dan pastinya kita juga pengen wajah kita terlihat segar dan tetap full makeup tanpa terlihat berlebihan, kan?

   photo 200K PRODUCT_zpsmwtcaykl.jpg

Tenang, untuk urusan make up kali ini aku punya solusi untuk kalian yang bakal menghadapi situasi ini dan asiknya lagi, produk - produk yang aku pakai di postingan ini totalnya kurang dari 200 ribu rupiah, lho! Apa aja sih emangnya? Yuk, simak terus.

 photo FACE COMBINE_zpsxxmqiinr.jpg

Face
  Untuk wajah, aku menggunakan Foundation Bengkoang dari Mustika Ratu ke semua bagian. Aku juga menggunakan double ke bagian kelopak mata dan bawah mata sebagai concealer. Foundation ini walaupun hanya 1 warna yang tersedia tapi cocok dengan semua warna kulit, jadi jangan takut bakal keterangan atau kegelapan.

   Selanjutnya, aku mengaplikasikan Wardah Matte Lipstik No. 5 sebagai pengganti blush on. Sebagai tips, jangan mengaplikasikan produk krim setelah bedak ya, karena nanti malah terlihat tidak rata di kulit.

   Setelah semua selesai, aku set semua dengan Silky Girl Loose Powder shade 01 Natural Light agar tidak geser dan make up lebih tahan lama.Oh ya, aku juga menggunakan shade tertua dari Silky Girl Blockbuster Eyeshadow sebagai contouring dan shade pearly untuk highlight tulang pipi.
   photo EYES _zpspt2faceb.jpg

Eyes
  Untuk interview, eye makeup look terbaik adalah natural. Disini aku memakai Silky Girl Blockbuster Palette. Pada seluruh eyelid aku menggunakan warna copper bronze dan warna warm cocoa di outer-v. Agar mata terlihat lebih terbuka, aku membubuhkan eyeshadow warna pearly di inner corner.

  Untuk alis, aku menggunakan pensil alis merk Lyra warna hitam. Sebagai pengganti mascara, aku menggunakan bulumata palsu dari merk Paris no. 12.
   photo lips_zpsyck9c58x.jpg

Lips
  Sebagai finish, aku menggunakan Wardah Matte Lipstick no. 05. Warna rose nya sangat lembut dan proper sehingga cocok untuk kesan rapi namun tetap cantik.
   photo 200K LOOK_zpsmbfmdexb.jpg

  Berikut adalah detail produk lengkap beserta harganya;
  • Mustika Ratu Foundation Bengkoang (Rp. 13.000)
  • Silky Girl Loose Powder (Rp.36.000)
  • Silky Girl Blockbuster Eyeshadow Palette (Rp. 54.000)
  • Fake Eyelashes Glue (Rp.13.000)
  • Lyra Eyebrow Pencil (Rp.15.000)
  • Wardah Matte Lipstick (Rp.42.000)
  • TOTAL                            Rp. 172.000.
  Nah, sekarang kamu siap untuk menghadiri interview. Untuk cantik di hari penting nggak perlu mahal, kan?

    I hope you enjoy this post and good luck for your interview :)